Selasa, 31 Januari 2012

Zodiak Hari Ini Februari 2012

Ramalan Bintang Februari 2012 Zodiak Hari Ini 2012 untuk 12 horoskop Aries Taurus Gemini Cancer Leo Virgo Libra Scorpio Sagitarius Capricorn Aquarius Pisces, ramalan zodiak minggu ini atau bulan ini juga ada disini, untuk itu bagi kamu yang suka banget sama yang namanya ramalan bintang, kepengin tahu apa sih ramalan bintang zodiak hari ini untuk saya ? mari kita lihat satu persatu untuk ramalan

Lowongan Kerja Februari 2012

Informasi Lowongan Kerja Februari 2012 job vacancy career lowongan kerja terbaru februari 2012.

Nama Perusahaan : Binasarana Groups
Deskripsi : Dengan rencana ekspansi perusahaan untuk membuka cabang baru, kami mencari kandidat yang profesional untuk kantor Afiliasi di luar negeri dan Indonesia

Alamat : Jl. Sudirman Kav. 81, Jakarta Pusat
No. Telp. : 021-68055322

Lowongan Kerja Februari 2012

LOWONGAN KERJA 2012

LOWONGAN KERJA 2012. Informasi lowongan pekerjaan terbaru 2012, lowongan kerja februari terbaru 2012, loker, job vacancy february 2012.

Nama Perusahaan : PT. Goldenpack Perkasa
Deskripsi : Perusahaan berkembang bergerak dibidang plastik kemasan yang berlokasi di Cibinong

Alamat : Lingkungan 04 kranji Rt 01 Rw 10 Ciriung Cibinong

Lowongan Kerja Terbaru 2012 untuk :

* Staff IT* Teknisi PLC*

Rabu, 18 Januari 2012

Hal yang Tertutupi dari Seorang Pria

pria misterius
Namun, ada beberapa hal yang biasanya ada dalam kehidupan pria. Ini seperti bagian rahasia umum pria yang kurang perlu dibahas bersama orang lain. Beberapa hal yang tersembunyi dari pria adalah sebagai berikut:
  • Memilih menyendiri beberapa saat. Bukan maksud pria untuk menunjukkan kebosanan pada pasangan. Kadang pria menjadi sejenak menyendiri itu untuk mengembalikan kebaikan pada dirinya yang mungkin sedang bad mood dengan rutinitas. Biarkan para pria ini kalau sedang asik sendiri. Itu menjadi alat untuk mengisi ulang semangatnya yang mungkin sedang kendor.
  • Ucapan pria sesuai yang dipikirkannya. Kebanyakan pria sehati dengan pikirannya kala mengatakan sesuatu. Misalnya, kalau dia dengan tegas bilang “setuju”, maka pikirannya juga mengatakan hal yang sama. Tidak perlu banyak curiga atas ketegasan pria.
  • Pria mampu menjalankan pekerjaan rumah tangga. Sekali pun pria banyak menghabiskan waktunya di kantor, sebenarnya mereka tanpa banyak bicara juga mempelajari berbagai pekerjaan rumah. Jangan heran bila tiba-tiba ada suami mampu menyapu, mengepel, memasak, mencuci, dan sebagainya ketika istrinya  butuh bantuan. Maka, kalau suami Anda membantu melakukan semua itu, berikanlah minimal ucapan terima kasih.
  • Berpikir soal seks. Pria agak susah melepaskan hal ini dalam kesehariannya. Berpikir tentang seks bukan berarti para pria menghabiskan sebagian besar waktunya untuk membayangkan sesuatu yang mesum. Mungkin melihat istrinya berdandan lebih cantik, dia pun sejenak mengingat aktivitasseks yang pernah dilakukan bersama pasangannya itu. Untuk pria di bawah 60 tahun, hal ini wajar.
  • Tidak suka hal ambigu. Jika berurusan dengan pria sebaiknya nyatakan dengan tegas. Jangan membuat pernyataan atau pertanyaan yang punya jawaban mengambang. Kalau jawabannya A, bilang A. Suatu masalah yang jawabannya tidak pasti sering membuat pria senewen, atau mungkin marah.
http://motivatorsuper.com/hal-yang-tertutupi-dari-seorang-pria/1624

Penurunan Sperma Mulai Jangkiti Remaja Modern

hypofertile
Enaknya hidup di zaman modern adalah kemudahan. Namun, hidup di zaman ini juga tidak lepas dari urusan stres, risiko, dan komplikasi permasalahan hidup lain. Berbagai persoalan inilah yang kadang melalaikan seseorang untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Salah satunya, persoalan penurunan jumlah sperma pada pria muda.
Sebuah penelitian menemukan, cara hidup modern ini membuat jumlah sperma pria menurun di bawah angka normal. Studi yang dilakukan Italian Society of Andrology and Sexuality Medicine (SIAMS) itu mengatakan, perubahan drastis jumlah sperma ini bahkan sudah dimulai sejak pria berusia 20 tahun.
Istilah yang dipakai untuk menunjukkan kondisi ini adalah hypofertile atau subfertility. Pencetusnya diperkirakan oleh kebiasaan buruk yang banyak dilakukan oleh generasi muda saat ini. Sepertimerokok, minuman keras, sampai obat-obatan terlarang.
Masalahnya, peneliti mendapati penurunan itu lebih banyak pada remaja. Pria yang tergolong usia dewasa, bahkan paruh baya, tidak terlalu terpengaruh jumlah spermanya dengan situasi kehidupan modern.
“Yang berusia di sekitar 40-an tahun, jumlah sel sperma mereka tampak tetap,” ujar juru bicara SIAMS, seperti dikutip National Geographic

Mau Nangis? Lakukan Saja Sekali Pun Anda Pria

pria nangis
Menangis bukanlah dominasi anak-anak untuk menunjukkan ekspresinya. Orang dewasa pun tidak perlu menganggap gengsi aktivitas ini jika hati memang merasa galau atau ingin mengungkapkankebahagiaan dengan cara lain. Justru menangis membuat perasaan menjadi enteng dan diduga membuat hidup lebih bahagia.
Dalam jurnal Psychology of Men & Masculinity, disebutkan, orang yang menangis saat kehilangan sesuatu dinilai punya keyakinan yang lebih baik dibanding mereka yang bertahan memendam begitu dalam perasaan galaunya tanpa menangisBahkan, jika pria ingin menangis pun tidak ada masalah.
Keengganan pria untuk menangis biasanya dilandasi anggapan bahwa pria dipandang “memalukan” jika sampai menumpahkan air mata. Dia akan dinilai cengeng dan mudah goyah menghadapi masalah.
Mau menangis atau tidak bagi pria, masing-masing punya konsekuensi sendiri bagi mentalnya. Dalam penelitian terhadap 150 pesepakbola pria di Florida, AS, ternyata sebagian mereka merasa tertekan jika harus mengekspresikan perasaan dalam bentuk tangisan. Meski mayoritas mereka menganggap tangisan itu “miliknya” wanita, namun sebagian mereka yang mampu mengekspresikan perasaannya justru mempunyai mental yang lebih baik.
“Pemain yang emosionalnya ekspresif adalah mereka yang lebih mungkin punya keunggulan mental di dalam dan di luar lapangan,” kata Jesse Steinfeldt, peneliti dan  psikolog dari Universitas Florida.
Kalau Anda seorang pria dan ingin menangis karena ada sesuatu yang seolah menekan hati, lakukanlah. Itu akan mengurangi beban Anda dan mempermudah pengambilan solusi dengan lebih logis.

Sejarah Lahirnya Tahlilan dalam Upacara Kematian

Ilustrasi

Perintis, pelopor dan pembuka pertama penyiaran serta pengembangan Islam di pulau jawa adalah para ulama/mubaligh yang berjumlah sembilan, yang popular dengan sebuatan wali songo. Atas perjuangan mereka, berhasil mendirikan sebuah kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa yang berpusat di Demak Jawa Tengah.

Para ulama yang sembilan dalam menyiarkan dan mengembangkan Islam di tanah Jawa yang mayoritas penduduknya beragama Hindu dan Budha mendapat kesulitan dalam membuang adat istiadat upacara keagamaan lama bagi mereka yang telah masuk Islam.

Para ulama yang sembilan (wali songo) dalam menangguangi masalah adat istiadat lama bagi mereka yang telah masuk Islam terbagi menjadi dua aliran yaitu ALIRAN GIRI dan ALIRAN TUBAN.

ALIRAN GIRI adalah suatu aliran yang dipimpin oleh Raden Paku (Sunan Giri) dengan para pendukung Raden Rahmat (Sunan Ampel), Syarifuddin (Sunan Drajat) dan lain-lain.

Aliran ini dalam masalah ibadah sama sekali tidak mengenal kompromi dengan ajaran Budha, Hindu, keyakinan animisme dan dinamisme. Orang yang dengan suka rela masuk Islam lewat aliran ini, harus mau membuang jauh-jauh segala adat istiadat lama yang bertentangan dengan syari’at Islam tanpa reseve. Karena murninya aliran dalam menyiarkan dan mengembangkan Islam, maka aliran ini disebut ISLAM PUTIH.

Adapun ALIRAN TUBAN adalah suatu aliran yang dipimpin oleh R.M. Syahid (Sunan Kalijaga) yang didukung oleh Sunan Bonang, Sunan Muria, Sunan Kudus, dan Sunan Gunung Djati.

Aliran ini sangat moderat, mereka membiarkan dahulu terhadap pengikutnya yang mengerjakan adat istiadat upacara keagamaan lama yang sudah mendarah daging sulit dibuang, yang penting mereka mau memeluk Islam. Agar mereka jangan terlalu jauh menyimpang dari syari’at Islam. Maka para wali aliran Tuban berusaha adat istiadat Budha, Hindu, animisme dan dinamisme diwarnai keislaman. Karena moderatnya aliran ini maka pengikutnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan pengikut aliran Giri yang radikal. aliran ini sangat disorot oleh aliran Giri karena dituduh mencampur adukan syari’at Islam dengan agama lain. Maka aliran ini dicap sebagai aliran Islam abangan.

Dengan ajarah agama Hindu yang terdapat dalam kitab Brahmana. Sebuah kitab yang isinya mengatur tata cara pelaksanaan kurban, sajian-sajian untuk menyembah dewa-dewa dan upacara menghormati roh-roh untuk menghormati orang yang telah mati (nenek moyang) ada aturan yang disebut Yajna besar dan Yajna kecil.
Yajna besar dibagi menjadi dua bagian yaitu Hafiryayajna dan Somayjna. Somayajna adalah upacara khusus untuk orang-orang tertentu. Adapun Hafiryayajna untuk semua orang.

Hafiryayajna terbagi menjadi empat bagian yaitu : Aghnidheya, Pinda Pitre Yajna, Catur masya, dan Aghrain. Dari empat macam tersebut ada satu yang sangat berat dibuang sampai sekarang bagi orang yang sudah masuk Islam adalah upacara Pinda Pitre Yajna yaitu suatu upacara menghormati roh-roh orang yang sudah mati.

Dalam upacara Pinda Pitre Yajna, ada suatu keyakinan bahwa manusia setelah mati, sebelum memasuki karman, yakni menjelma lahir kembali kedunia ada yang menjadi dewa, manusia, binatang dan bahkan menjelma menjadi batu, tumbuh-tumbuhan dan lain-lain sesuai dengan amal perbuatannya selama hidup, dari 1-7 hari roh tersebut masih berada dilingkungan rumah keluarganya. Pada hari ke 40, 100, 1000 dari kematiannya, roh tersebut datang lagi ke rumah keluarganya. Maka dari itu, pada hari-hari tersebut harus diadakan upacara saji-sajian dan bacaan mantera-mantera serta nyanyian suci untuk memohon kepada dewa-dewa agar rohnya si pulan menjalani karma menjadi manusia yang baik, jangan menjadi yang lainnya.

Pelaksanaan upacara tersebut diawali dengan aghnideya, yaitu menyalakan api suci (membakar kemenyan) untuk kontak dengan para dewa dan roh si pulan yang dituju. Selanjutnya diteruskan dengan menghidangkan saji-sajian berupa makanan, minuman dan lain-lain untuk dipersembahkan ke para dewa, kemudian dilanjutkan dengan bacaan mantra-mantra dan nyanyian-nyanyian suci oleh para pendeta agar permohonannya dikabulkan. 

sumber

Rahasia Ubun-Ubun dalam Al Qur'an



Gambaran otak manusia bagian depan yang disebut Allah dalam Al Qur’an Al Karim dengan kata nashiyah (ubun-ubun). Al-Qur’an menyifati kata nashiyah dengan kata kadzibah khathi’ah (berdusta lagi durhaka). Allah berfirman, “(Yaitu) ubun-ubun yang mendustakan lagi durhaka.” (Al-‘Alaq: 16). Bagaimana mungkin ubun-ubun disebut berdusta sedangkan ia tidak berbicara? Dan bagaimana mungkin ia disebut durhaka sedangkan ia tidak berbuat salah?

Prof. Muhammad Yusuf Sakr memaparkan bahwa tugas bagian otak yang ada di ubun-ubun manusia adalah mengarahkan perilaku seseorang. “Kalau orang mau berbohong, maka keputusan diambil di frontal lobe yang bertepatan dengan dahi dan ubun-ubunnya. Begitu juga, kalau ia mau berbuat salah, maka keputusan juga terjadi di ubun-ubun.”

Kemudian ia memaparkan masalah ini menurut beberapa pakar ahli. Di antaranya adalah Prof. Keith L More yang menegaskan bahwa ubun-ubun merupakan penanggungjawab atas pertimbangan-pertimbangan tertinggi dan pengarah perilaku manusia. Sementara organ tubuh hanyalah prajurit yang melaksanakan keputusan-keputusan yang diambil di ubun-ubun.

Karena itu, undang-undang di sebagian negara bagian Amerika Serikat menetapkan sanksi gembong penjahat yang merepotkan kepolisian dengan mengangkat bagian depan dari otak (ubun-ubun) karena merupakan pusat kendali dan instruksi, agar penjahat tersebut menjadi seperti anak kecil penurut yang menerima perintah dari siapa saja.

Dengan mempelajari susunan organ bagian atas dahi, maka ditemukan bahwa ia terdiri dari salah satu tulang tengkorak yang disebut frontal bone. Tugas tulang ini adalah melindungi salah satu cuping otak yang disebut frontal lobe. Di dalamnya terdapat sejumlah pusat neorotis yang berbeda dari segi tempat dan fungsinya.

Lapisan depan merupakan bagian terbesar dari frontal lobe, dan tugasnya terkait dengan pembentukan kepribadian individu. Ia dianggap sebagai pusat tertinggi di antara pusat-pusat konsentrasi, berpikir, dan memori. Ia memainkan peran yang terstruktur bagi kedalaman sensasi individu, dan ia memiliki pengaruh dalam menentukan inisiasi dan kognisi.

Lapisan ini berada tepat di belakang dahi. Maksudnya, ia bersembunyi di dalam ubun-ubun. Dengan demikian, lapisan depan itulah yang mengarahkan sebagian tindakan manusia yang menunjukkan kepribadiannya seperti kejujuran dan kebohongan, kebenaran dan kesalahan, dan seterusnya. Bagian inilah yang membedakan di antara sifat-sifat tersebut, dan juga memotivasi seseorang untuk bernisiatif melakukan kebaikan atau kejahatan.

Ketika Prof. Keith L Moore melansir penelitian bersama kami seputar mukjizat ilmiah dalam ubun-ubun pada semintar internasional di Kairo, ia tidak hanya berbicara tentang fungsi frontal lobe dalam otak (ubun-ubun) manusia. Bahkan, pembicaraan merembet kepada fungsi ubun-ubun pada otak hewan dengan berbagai jenis. Ia menunjukkan beberapa gambar frontal lobe sejumlah hewan seraya menyatakan, “Penelitian komparatif terhadap anatomi manusia dan hewan menunjukkan kesamaan fungsi ubun-ubun.

Ternyata, ubun-ubun merupakan pusat kontrol dan pengarauh pada manusia, sekaligus pada hewan yang memiliki otak. Seketika itu, pernyataan Prof. Keith mengingatkan saya tentang firman Allah, “Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.” (Hud: 56)

Beberapa hadits Nabi SAW yang bericara tentang ubun-ubun, seperti doa Nabi SAW, “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu dan anak hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu…”

Juga seperti doa Nabi SAW, “Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan setiap sesuatu yang Engkau pegang ubun-ubunnya…”

Juga seperti sabda Nabi SAW, “Kuda itu diikatkan kebaikan pada ubun-ubunnya hingga hari Kiamat.”

Apabila kita menyandingkan makna nash-nash di atas, maka kita menyimpulkan bahwa ubun-ubun merupakan pusat kontrol dan pengendali perilaku manusia, dan juga perilaku hewan.

sumber

Arsip Blog